YUNANTO

Selamat Datang Di BLOG Saya...

Yunanto

Mahasiswa STMIK Rosma Karawang Jurusan Teknik Informatika Tahun Akademik 2012

Senin, 28 Oktober 2013


Berikut ini adalah trik2 simpel untuk mempercepat Windows XP. Efektifitas trik2 ini mungkin berbeda2, tips2 berikut mungkin bisa membuat komputer anda tidak stabil. maka “PROCEED WITH CAUTION”. Juga jangan lupa lakukan backup registry sebelum tweaking.

Cara Backup registry

start > run > regedit > file > export
beri nama file backup .reg anda klik ok!
done


1. Mendisable Service Windows yg tidak diperlukan.
Karena windows ditujukan untuk berbagai user dan tugas, maka windows membuat service yg sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Service2 berikut ini seringkali memakan resource yg tidak sedikit, dengan mendisable (me-non-aktif-kan) maka komputer kita bisa mendapatkan sedikit boost karenanya.

* Alerter
* Clipbook
* Computer Browser
* Distributed Link Tracking Client
* Fast User Switching
* Help and Support - (Jika anda mengunakan windows help, maka langkah ini di-skip aja)
* Human Interface Access Devices
* Indexing Service
* IPSEC Services
* Messenger
* Netmeeting Remote Desktop Sharing
* Portable Media Serial Number
* Remote Desktop Help Session Manager
* Remote Procedure Call Locator
* Remote Registry
* Remote Registry Service
* Secondary Logon
* Routing & Remote Access
* Server
* Telnet
* TCP/IP NetBIOS Helper
* Upload Manager
* Universal Plug and Play Device Host
* Wireless Zero Configuration - (Jangan didisable jika anda mengunakan Wireless)
* Workstation


Cara mendisable service diatas:
1. Klik start > Run > ketik “services.msc”
2. Dobel klik service yg hendak diubah
3. Ubah startup type menjadi ‘Disable”


2. Matikan System Restore
System restore bisa bermanfaat jika komputer bermasalah, akan tetapi semua restore point yg disimpan bisa memakan ruangan yg cukup besar di harddisk. System restore membebani karena selalu memonitor sistem, dengan mendisable system restore maka sebagian resource bisa dialokasikan untuk hal yg lain.

1. Buka Control Panel
2. Klik Performance and Maintenance
3. Klik System
4. Klik System Restore tab
5. Pilih ‘Turn off System Restore on All Drives’
6. Klik ‘Ok’


3. Defrag Pagefile
Keeping your pagefile defragmented can provide a major performance boost. One of the best ways of doing this is to create a separate partition on your hard drive just for your page file, so that it doesn’t get impacted by normal disk usage. Another way of keeping your pagefile defragmented is to run PageDefrag. This cool little application can be used to defrag your pagefile, and can also be set to defrag the pagefile everytime your PC starts.
To install:
1. Download and Run PageDefrag,
2. Beri centang pada “Defrag at next Reboot”,
3. Klik OK
4. Reboot


4. Mempercepat akses Folder - dengan mendisable Last Access Update.
Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory akan mempercepat akses folder.
Proceed with caution:
1. Start > Run > regedit
2.“HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\FileSystem” 3. Klik kanan di bagian yg kanan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
4. Buat DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
6. Ubah data menjadi ‘1′ 7. Klik ‘OK’


5. Men-disable Microsoft System Sounds
Secara default Mikocok Sound Systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas2 membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
1. Buka Control Panel
2. Klik Sounds and Audio Devices
3. Klik tab Sounds
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
5. Klik “No”
7. Klik “Apply”
8. Klik “OK”


6. Mempercepat waktu Boot
Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fitur yg satu ini.
1. Start Menu > Run
2. Regedit
3.HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction
4. Cari “Enable” dibagian kanan regedit
5. Klik “Modify”
6. Pilih “Y to enable”
7. Reboot / LogOff

Note :
Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manuver yg manis.


7. Mempercepat Performa Swapfile
Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita, sebelum mengunakan swap file.
1. Start > Run
2. “msconfig” > enter
3. Klik tab System.ini
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
5. Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1?
6. Klik OK
7. Restart


8. Mempercepat Loading Windows Menu
Tweak ini bisa membuat komputer kita terasa lebih cepat. Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.
1. Start > Run
2. Regedit > Enter
3. “HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\”
4. Pilih “MenuShowDelay”
5. Klik kanan dan pilih “Modify’
6. Ketik angka “100?

Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda.

9. Mempercepat Loading Program.
Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan dikembalikan ke setting semula.
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
2. Properties
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1? diakhir kalimat.
4. Klik “Ok”

Gampang kan, Program akan loading lebih cepat.

10. Mempercepat Shutdown Windows XP.
Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
1. Start > Run
2. ‘Regedit’> Enter
3. ‘HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\’
4. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
5. Klik kanan dan pilih ‘modify’
6. Ubah value menjadi ‘1000′
7. Klik ‘OK’
8. Sorot ‘HungAppTimeout’
9. Klik kanan dan pilih modify
10. Ubah value menjadi ‘1000′
11. Klik ‘OK’
12. ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’ sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
13. Klik kanan dan pilih ‘modify’
15. Ubah value ke ‘1000?
16. Klik ‘OK’
17. ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\’ sorot ‘WaitToKillServiceTimeout’
19. Klik kanan dan pilih ‘modify’
20. Ubah value menjadi ‘1000′
21. Klik ‘OK’


11. Booting lebih cepat dengan mengurangi beban Font
Setiap kali windows booting selalu melakukan loading font2 yg terdaftar di windows. Jika anda bukan desainer grafik, tentu saja tidak semua font itu digunakan. Sebaiknya pindahkan font2 yang tidak terpakai ke folder lain.
1.      Buat folder baru
2. Masuk ke “Fonts” di Control Panel.
3. Sorot group font yg akan di pindah.
4. Pindahkan ke folder yg baru, atau untuk mudahnya klik kanan lalu pindahkan ke My Documents.
5. Reboot, jika anda membutuhkan font yg telah dipindahkan tadi, caranya copy dan paste ke directory font yg lama.




12. Mempercepat dengan mensetting ulang Prefetcher
Fitur ini cukup unik di Windows XP, dan jika dilakukan dengan benar hasilnya terasa mak nyus, yg hendak kita lakukan adalah mensetting ulang folder cache yg ada di windows kita.
1. Start > Run > Regedit
2. [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters\EnablePrefetcher]
3. Ada 3 pilihan yaitu 0-Disable; 1-App launch prefetch; 2-Boot Prefetch; 3- Both (”3? adalah yg direkomendasikan).
4. Reboot.

Setting ulang ini akan mengurangi waktu booting dan waktu yg diperlukan untuk loading program.

13. Tweaking memory
Nggak cuman overclock di BIOS yg bisa mempercepat laju komputer, tapi tweaking ini nggak boleh dilewatkan. Tweaking ini disarankan bagi mereka yg memiliki kapasitas memory sebesar 512MB keatas.
1. Start > Run > Regedit
2. HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management

3. DisablePagingExecutive - dobel klik masukkan desimal 1 - point ini mengakibatkan windows XP menyimpan data di memory, ketimbang mengakses page file di harddisk.
4. LargeSystemCache - dobel klik masukan desimal 1 - tweak ini mengijinkan kernel windows jalan di memory, bener2 jozz kalo dilakukan dengan bener. So be careful.

14. Windows XP Icon Cache
Seberapa banyak diantara rekan2 yg mengalami icon lag ketika mengunakan windows? Icon2 yg ada di desktop serasa lama sekali untuk muncul. Jangan kuatir jika anda mengalami hal ini. Icon di desktop mengunakan cache, dan ketika cache sudah menumpuk maka access dari desktop ke icon terasa sangat lambat apa yg perlu dilakukan? Silahkan delete atau hapus Iconchace.db yg ada di directory (/Documents) dan di (Documents and Settings/<Username>/Local Settings/Application Data). Ketika anda mendelete seketika itu juga windows akan bikin yg baru. dan yg pasti icon cache yg baru lebih ‘enteng’ bagi windows.
*pastikan opsi show hidden files and folder diaktifkan sebelum mendelete iconcache.db

Yach, segitu dulu beberapa trik buat mempercepat Windows.. dapet dari forum sebelah nich. 1 hal yang harus diingat “BACKUP REGISTRY ANDA SEBELUM MELAKUKAN TWEAKING !!!”

Kamis, 17 Oktober 2013

Tutorial cara belajar java

cara belajar java

TeksSwing.java
import java.Swing.*;
public class teksSwing {
public static void main (string args [] ) {
JoptionPane.show.MessageDialog (null, "java dengan swing lebih menarik") ;
}
}

Helloword.java
public class helloword {
public static void main (string args [] ) {
System.out.println ("yunanto") ;
}
}


Tugassatu.java
public class Tugassatu {
public static void main (string args []) {
System.out.println ("pemrograman \n Berorentasi objek \n Dengan objek") ;
}
}



import Javax.Swing.*;
public class inputTeksSwing {
public static void main (string args [] ) {
String namaanda ;
namaanda = JoptionPane.showInputDialog ("ketik namaanda : ") ;
JoptionPane.showMessageDialog (null,"selamat siang " + namaanda) ;
}
}


kesimpulan :
huruf besar kecil fungsi..


Semoga bermanfaat...terima kasih :))

Rabu, 02 Oktober 2013

Membuat Aplikasi Tampil, Entri, Edit, Delete Mahasiswa

Dalam Tutorial Ini Diasumsikan… Bahwa:

1. Di komputer yang Anda gunakan sudah terinstall dengan baik PHP, Apache, MySQL dan Macromedia Dreamweaver karena dalam tutorial ini kita akan menggunakan keempat software tersebut.
2. Anda mengetahui bagaimana cara login ke MySQL berikut informasi user dan password yang dapat digunakan.
3. Anda sudah membuat Site Definition pada Dreamweaver, berikut bagaimana mengkolaborasikan Dreamweaver dengan PHP-MySQL.
4. Anda sudah cukup mengerti bagaimana membuat database, membuat dan memanipulasi tabel di MySQL baik melalui console maupun dengan front-end seperti PHPMyAdmin dan MySQLFront.
5. Anda sudah cukup mengerti beberapa perintah SQL dasar (DDL, DML).

Mempersiapkan Database dan Tabel MySQL

angkah pertama dalam membuat aplikasi web berbasis PHP dan MySQL dengan menggunakan Dreamweaver adalah mempersiapkan database dan tabel yang akan digunakan. Dalam tutorial ini akan digunakan DBMS MySQL. Tutorial ini hanyalah sebagai contoh sederhana bagaimana membuat proses entri, edit, delete dan tampil ke database MySQL dengan bantuan Dreamweaver. Namun demikian, jika Anda sudah memahami tutorial ini dengan baik, untuk aplikasi yang lebih kompleks tidaklah berbeda jauh. Pertama kali buatlah database di MySQL dengan nama dbmahasiswa. Selanjutnya buatlah tabel di MySQL dengan nama mhs dan dengan spesifikasinya sebagai berikut:

Setelah tabelnya dibuat, kurang lebih tampilannya sebagai berikut:




Gambar 1 Struktur Tabel mhs di PHPMyAdmin

Membuat Koneksi ke MySQL di Dreamweaver

selanjutnya kita akan mengkoneksikan PHP dengan MySQL memanfaatkan tools yang sudah tersedia di Macromedia Dreamweaver. Jangan lupa pastikan bahwa Site Definition di Dreamweaver sudah dibuat dengan benar, karena keberhasilan dari koneksi ke MySQL juga bergantung dari site definition tersebut.

Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Buatlah file dengan nama input_mhs.php sebagai halaman untuk menginput data mahasiswa baru.
2. Aktifkan (buka) panel Application yang berada di sebelah sisi window utama Dreamweaver (lihat gambar)
3. Buka tab Databases pada panel Application tersebut.
4. Klik tombol [+] yang terdapat di dalam tab Databases dan pilih sub-menu MySQL Connection.
5. Akan ditampilkan window isian MySQL Connection (Lihat gambar). Isi nama koneksi, host mysql, username, dan password MySQL dengan benar (1), lalu klik tombol Select… untuk memilih database yang akan digunakan (2) dan klik tombol OK (3) untuk menyimpan konfigurasi koneksi MySQL.
6. Jika koneksi berhasil maka pada panel Application tab Databases akan ditampilkan informasi database berikut tabel-tabel yang terdapat dalam database tersebut.


 Gambar 2. Panel Application Tab Database untuk Membuat Koneksi

Gambar 3. Window MySQL Connection

 
Gambar 4. Tampilan jika Koneksi Database Berhasil

Membuat Halaman untuk Input Data Mahasiswa

etelah koneksi ke database MySQL berhasil dilakukan, maka selanjutnya kita akan membuat halaman untuk melakukan input data mahasiswa ke database MySQL. Pada dasarnya untuk membuat aplikasi input data, kita harus membuat form inputan terlebih dahulu. Namun dengan bantuan Macromedia Dreamweaver, kita akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu membuat form terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Buatlah file dengan nama input_mhs.php sebagai halaman untuk menginput data mahasiswa baru (jika sudah dibuat, tidak perlu dibuat lagi).
2. Aktifkan bagian Application di menu atas, lalu pilih menu Record Insertion Form Wizard (lihat gambar). Atau bisa akses menu Insert > Application Objects > Insert Record > Record Insertion Form Wizard.
3. Akan ditampilkan window Record Insertion Form. Tentukan koneksi yang digunakan, tabel yang digunakan dan atur tampilan form (jenis inputan). Tekan tombol OK.
4. Di halaman akan ditampilkan form inputan untuk data mahasiswa. Tekan F12 (Preview in Browser) untuk mencoba halaman input data mahasiswa.

 
Gambar 5. Record Insertion Form Wizard 

Gambar 6. Menu Insert Record Form Wizard

 
Gambar 7. Record Insertion Form


Gambar 8. Hasil Input Data Mahasiswa

 
Gambar 9. Tampilan Halaman Input Data di Browser