YUNANTO

Selamat Datang Di BLOG Saya...

Yunanto

Mahasiswa STMIK Rosma Karawang Jurusan Teknik Informatika Tahun Akademik 2012

Senin, 30 September 2013

Hidup Itu Seperti Lembaran Buku

Hidup itu seperti lembaran buku, kita tidak tau apa yang akan terjadi besok, seperti layaknya buku, kita tidak tau apa yang terjadi pada lembar berikutnya. Yang perlu kita lakukan, kita hanya tetap membacanya, sampai akhir dari buku.

Hidup itu penuh dengan kesenangan dan juga kesakitan, semuanya selalu silih berganti. Saat kita bahagia, kadang kita lupa akan datangnya nestapa. Namun pada saat duka, kita sering terpuruk jatuh hingga kita lupa akan lembar berikutnya dari cerita kita. Kita terlalu fokus atas kesedihan kita, kemalangan kita, kesulitan kita, bahkan tak jarang mengangap Allah itu tidak adil.





Padahal, kita tidak tau cerita apa sebenarnya dari buku kehidupan. Seperti layaknya novel, kisah hidup kita akan sangat berwarna. Sewaktu kita sakit, mungkin saat saat itulah cerita paling mengharukan dari buku kehidupan. Yang banyak dari kita justru mengakhiri kehidupan, mengakhiri cerita, tanpa kita mau membaca lembar berikutnya.


"Seolah cerita itu telah selesai, padahal sebuah buku baru di nilai bagus ketika kita menyelesaikannya"

Ya, yang perlu kita lakukan hanya bertahan pada kondisi sesulit apapun, kita hanya perlu melaluinya, membalik ke lembar berikutnya. Tak peduli cerita itu sedih atau senang, kita hanya perlu menyelesaikan setiap lembar demi lembar kehidupan kita. Setelah kita menyelesaikan seluruh lembar, kita akan mengerti bahwa tuhan memberikan cerita yang indah dalam hidup kita.
"Semua akan indah pada waktunya"

Betapapun kita ingin, mungkin kita tidak dapatkan hari itu. Tapi pasti, kita akan mendapatkannya.. semuanya hanya perlu waktu, karena waktu itu yang akan membuat kehidupan terasa indah. Kita tidak tau kapan dan dimana kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi yang pasti, tuhan selalu punya cerita di balik lembar buku kehidupan kita.

Minggu, 29 September 2013

Disiplin 1234

Konsep ini saya baca dari buku Kaya Finansial, Kaya Mental, Kaya Spiritual karya Rizky Mahendra, yang bisa digunakan sebagai formula dalam mengatur keuangan keluarga. Apa itu D1234 ?
10% untuk sedekah, sebagai wujud rasa syukur kita atas limpahan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
20% untuk investasi, untuk masa depan keuangan kita. Bisa di bisnis, real estate, kekayaan intelektual atau sarana investasi lainnya yang hasilnya lebih tinggi dari inflasi.
30% untuk konsumsi otak dan hati (beli buku, seminar, ibadah, dll)
40% untuk biaya hidup keluarga, termasuk biaya sandang, pangan, papan, transportasi dll.

Konsep ini bisa kita gunakan untuk mengerem kebiasaan bahwa pengeluaran selalu mengikuti naiknya pendapatan.

Jadi
Pendapatan - 10% - 20% - 30% = 40% -> yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Bagaimana jika pendapatan saya kecil ?? Ya, disesuaikanlah dengan kemampuan financial kita.
Bisa Pendapatan - 10% - 20% = 70% atau Pendapatan - 10% = 90%. Sambil perlahan-lahan komposisinya diubah sehingga memenuhi konsep D1234.

Jadi 10% adalah Pay Your Soul First. 20% adalah Pay Your Self First.

Untuk lebih lengkapnya beli saja bukunya di Gramedia ya..

Saya Merasa Kaya Walaupun Tidak Memiliki Apa-apa

Beberapa hari yang lalu saya menonton wawancara Farhan dan Bob Sadino di TV. Saya tertarik dengan salah satu pernyataan om Bob : "Saya merasa kaya walaupun saya tidak memiliki apa-apa".
Farhan bertanya "Maksudnya apa om Bob?".
Lalu om Bob balik nanya "Gini Farhan, anda mau ndak, saya kasih uang 10 M, tapi jari tangan anda dipotong?".
"Wah gak mau dong om" jawab Farhan.
"Nah itu artinya anda punya kekayaan 10 M di jari tangan itu, buktinya tadi saya mau tukar jari tangan anda dengan uang 10 M, anda gak mau. Filosofinya apa yang ada dalam diri anda, adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya, yang harus selalu disyukuri. Bersyukur dengan cara berfikir, bekerja dan berusaha meningkatkan kualitas hidup serta bermanfaat buat orang banyak".

Senin, 16 September 2013

Perbedaan antara Pelajar, Mahasiswa dan Pengangguran.

1. Jam menunjukan pukul 06.45
Pelajar : udah gugup mau telat.
Mahasiswa : woooaaamm (baru bangun)
Pengangguran : zzzZZ (masih molor)

2. sampe di kampus 07.05
Pelajar : dimarahin guru
Mahasiswa : ngongkrong dulu, udud, ngopi
Pengangguran : zzzZZZ (masih molor)

3. msuk kelas 07.15
Pelajar : dimarahin guru Mapel jam pertama
Mahasiswa : smsn, nunggu dosen, godain cewe
Pengangguran : zzZZ (masih molor)

4. misal pembina gada
Pelajar : dapet tugas dari guru piket
Mahasiswa : Libuuurr
Pengangguran : ada guru/dosen whaever !! yg penting molor

5. jam pulang bunyi
pelajar : yeee pulanggg,tp ada les :(
Mahasiswa : gw pulang kuliah jam set9 ,pagi sekali
pengangguran : zz (bobo siang)

6. Malemnya
Pelajar : Belajar/sukses UN !! UGM,UI,ITB I'M COMMING !!
mahasiswa : ngdate,ngegame,ngupil
pengangguran : jadi BATMAN ampe subuh

KESIMPULAN :
Mati aja deh buat pelajar, hidup kok susah amat :((
Mahasiswa senang2 dahulu kerja kemudian (ga tau dapet kerjaan atau kagak ) :((
Pengangguran telah menikmati surga dunia namun MADESU :((

sekian *Perbedaan Pelajar, Mahasiswa dan Pengangguran :((

Minggu, 15 September 2013

Internet Geser Televisi Sebagai Sumber Berita


Kepopuleran Facebook dan Twitter memicu pergeseran rujukan anak muda dalam mencari berita. Jika dulu televisi menjadi sumber berita terbanyak, kini kedudukannya telah tergeser oleh keberadaan internet.
Ya, internet sebagai sumber berita telah dipilih oleh sebanyak 65% dari sebanyak 1500 remaja Amerika di bawah usia 30 tahun yang disurvey di tahun 2010. Angka ini naik hampir 2 kali lipat dari tahun 2007 yang mencatat prosentase 34%. Sebaliknya, yang memilih televisi sebagai sumber berita, prosentasenya mengalami penurunan dari yang sebelumnya 68% ke 52%.
Survey yang dilakukan oleh Pew Research Center juga mencatat hasil lain yakni 41% responden mengaku memperoleh berita lokal maupun internasional dari internet, angka ini naik 17% dari tahun 2007. Sedang yang memilih televisi berjumlah 61%, turun dari yang sebelumnya 74%.
Di lain sisi, sebanyak 48% dari grup yang berusia 30 hingga 59 tahun memilih internet sebagai sumber berita mereka. Angka tersebut naik dari tahun 2007 yang hanya berkisar di prosentase 32%. Sedang televisi dipilih oleh hanya 63% dari angka sebelumnya 71%.
Meskipun jumlah responden berusia 51 hingga 64 tahun yang memilih televisi sebagai sumber berita angkanya cenderung tidak berubah, namun prosentase dari mereka yang ‘berpaling’ ke internet (34%) jumlahnya hampir menyamai mereka yang berpaling ke surat kabar (38%).
Lantas bagaimana dengan mereka yang berusia 65 tahun ke atas? Ternyata angkanya juga naik, dari 5% menuju 14%. Namun angka ini bukan berarti menggantikan kedudukan televisi yang masih menjadi rujukan terpercaya mereka. Sebanyak 79% responden yang sudah berusia lanjut ini masih mempercayakan televisi sebagai sumber berita.
Kelahiran situs jejaring sejuta umat yakni Facebook dan Twitter yang dibuntuti oleh kesuksesan mereka, sangat berandil dalam menempatkan internet sebagai sumber berita di kalangan anak muda. Situs berwujud news stream online ini diketahui telah  mulai menapaki ketenaran di tahun 2007 dan benar-benar ‘meledak’ (booming) di tahun 2008. Terhitung, jumlah tweet yang dihasilkan pengguna naik dari 5.000 di tahun 2007 menjadi 30 juta tweet setiap harinya di tahun 2010.
Bagaimana dengan Facebook? Situs yang mengalahkan Google sebagai situs yang paling banyak dikunjungi oleh warga Amerika di tahun 2010 ini juga mengalami pelonjakan dari 30 juta user di tahun 2007 ke angka 500 juta pengguna bahkan lebih.

Sumber: Mashable

Rabu, 04 September 2013

10 Tips Aman Memakai Komputer Publik


[Internet Sehat] Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya “10 Tips Aman Memakai Komputer Publik (Bagian 1)“. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menggunakan komputer publik lebih berisiko dalam hal keamanan data dibanding komputer pribadi. Karena itu, lakukan kebiasaan berkomputer yang bijak ketika menggunakan komputer publik agar data pribadi Anda aman dari serangan orang yang berniat jahat.
6. Hapus Temporary File
File sementara (temporary file atau yang lebih dikenal dengan temp file) muncul ketika kita memakai program lain selain web browser. Contohnya ketika kita membuka dokumen Word, maka Word akan membuat sebuah temporary file untuk menyimpan informasi untuk mencegah terjadinya kehilangan data pada proses file-saving. Tidak selamanya temporary file terhapus saat proses reboot atau saat Anda menutup program yang Anda pakai. Solusinya, cari file Anda dengan mengklik search pada semua drive komputer (termasuk subfolder, file yang tersembunyi (hidden file) dan system file). File tersebut biasanya berformat *.tmp, *.chk, ~*.* Setelah pencarian selesai, jangan lupa meng-highlight semua file dan tekan tombol Shift+Delete untuk menghapus file tersebut.
7. Bersihkan Pagefile
Pagefile terdapat pada hard disk yang berfungsi sebagai virtual memori di Windows. Pembersihan di filepage penting dilakukan demi menjaga keamanan data Anda. Agar pagefile secara otomatis bersih ketika komputer dimatikan, maka Anda perlu menggunakan Local Security Policy. Buka Control Panel, klik dua kali pada Administrative Tools kemudian dilanjutkan dengan klik dua kali pada Local Security Policy. Lanjutkan dengan meng-klik Security Options pada panel kanan dan klik dua kali pada tulisan “Shutdown: Clear Virtual Memory Pagefile”, pastikan fitur ini dalam keadaan aktif (Enable).
8. Reboot
Ketika sudah selesai menggunakan komputer publik, hal terakhir yang harus dilakukan adalah reboot/restart komputer dengan cara memencet tombol reboot/restart pada PC. Aksi ini akan membersihkan semua kegiatan yang Anda lakukan pada memori (RAM), termasuk menghilangkan pagefile Anda.
9. Booting dari Piranti Lain
Melakukan booting baik dari USB ataupun dari CD, bisa mengatasi masalah-masalah seperti yang disebutkan di atas. Saat ini sudah banyak distribusi Linux yang mampu berjalan dengan sempurna via memori setelah booting dari CD.
10. Perhatikan Sekeliling Anda
Ingatlah bawah komputer publik tidak akan pernah aman. Karena itu Anda harus berhati-hati terhadap orang-orang di sekitar Anda, jangan sampai dokumen penting Anda terlihat orang lain. Jika ada kamera pengawas, pastikan pula monitor Anda tidak tertangkap mata kamera. Jangan lupa juga bahwa pemilik komputer mungkin saja telah menginstal software keylogger yang bisa mendeteksi jejak ketikan Anda (merekam aktivitas yang Anda ketik pada komputer). Jadi intinya, meminimalisir penggunaan komputer publik untuk aktivitas penting merupakan pilihan yang bijak. [Internet Sehat]
[dew / Tim Internet Sehat / tagtips]